Sistempendingin pada kendaraan berfungsi untuk menjaga temperatur mesin agar selalu pada temperatur kerjanya. Salah satu tipe sistem pendingin yang sering digunakan adalah sistem pendingin dengan air. Air pada sistem pendingin tipe ini berfungsi untuk menyerap panas dari mesin yang nantinya akan dibawa untuk didinginkan di bagian radiator.
Didalam badan sel terdapat sitoplasma, nukleus (inti sel), dan nukleolus (anak inti sel). Bagian se
BagianBagian Komponen Motherboard dan Fungsinya - Motherboard atau mainboard atau sering disebut motherboard adalah sebuah papan sirkuit dimana semua perangkat
Padaposisi Head Up, radar sangat efektif dan efisien untuk membantu para nakhoda atau pandu dalam melayarkan kapalnya keluar-masuk pelabuhan, sungai atau alur pelayaran sempit Membantu menemukan ada atau tidaknya bahaya tubrukanDengan melihat pada layar Cathoda Ray Tube (CRT) adanya pantulan atau echo dari awan yang tebal
Bagianini menjadi saluran terakhir yang ada pada kolon dan menjadi bagian yang paling pendek daripada bagian lainnya. Itulah beberapa elemen yang ada pada saluran kolon sepanjang 1,5 meter tadi. Pembagian ini lebih kepada letak dari usus besar itu sendiri, bukan pembagian berdasarkan fungsi-fungsinya. Pembagian Bagian Usus Besar Menurut Fungsinya
Bentukluar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya Bagian-bagian tumbuhan serta fungsinya . 35 Menit Sekolah Kelas/Semester Tema Sub Tema Pembelajaran ke Alokasi Waktu 1. 2. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Dengan mengamati gambar/ tumbuhan nyata siswa mampu menyebutkan bagian- bagian tumbuhan baik secara lisan ataupun isyarat dengan benar 2.
MengenalRadar Atmosfer Mulai dari Sejarah hingga Fungsinya (Foto: Unsplash) JAKARTA, Wilayah Pasifik bagian barat adalah Kepulauan Indonesia. Kepulauan Indonesia adalah pusat pergerakan atmosfer yang intens dan perubahan atmosfer global. Kendati demikian, mekanisme perubahan dan fluktuasi atmosfer masih belum jelas dipahami dengan baik
CRV4lF. Bagi Anda yang sedang merencanakan liburan bersama keluarga, liburan dengan naik kapal pesiar merupakan salah satu opsi yang menarik. Dengan melihat pemandangan laut yang indah, dapat seketika menghilangkan penat Anda. Namun, sebelum memutuskan untuk liburan dengan kapal pesiar, ada baiknya Anda mengenali bagian-bagian dari kapal pesiar itu sendiri. Apa saja? Yuk simak di bawah ini! 1. BOW Bagian dalam kapal pesiar yang pertama adalah bow. Bow merupakan bagian dari depan kapal. Mengapa disebut dengan Bow? Karena bentuk dari depan kapal terlihat seperti bow busur panah. Ini berfungsi untuk mengurangi haluan saat kapal sedang berlayar, mencegah air untuk masuk ke dalam kapal, dan mengurangi tekanan air laut. 2. Port dan Starboard Nah, bagian kapal yang selanjutnya adalah port dan starboard. Port merupakan bagian kapal sebelah kiri dan starboard merupakan bagian kapal sebelah kanan. Bagian dari kapal ini penting untuk Anda ingat. Mengapa? Seperti contoh, kapten dapat mengumumkan ada lumba-lumba di bagian port kapal. Dengan begitu Anda bisa melihat ke bagian kiri kapal untuk melihat pemandangan lumba-lumba. 3. Forecastle Forecastle merupakan istilah untuk menyebut bagian kapal depan. Bagian ini adalah tempat untuk meletakkan alat-alat yang digunakan untuk berlabuh seperti tali tambat, dan lain-lain. Ini adalah bagian terpenting dalam kapal pesiar yang menempati sekitar kurang dari 7% dari total panjang deck geladak kapal. 4. Radar Selanjutnya adalah bagian radar. Radar merupakan singkatan bahasa Inggris yaitu Radio Detection and Ranging’. Bertujuan sebagai alat navigasi kapal yang mendeteksi dan juga mengukur benda-benda di sekitar kapal. Selain itu, radar juga memiliki fungsi untuk mendeteksi lokasi kapal agar tidak bertabrakan dengan kapal di sekitar ataupun obyek yang terapung di laut. 5. Funnel Funnel, atau cerobong dalam kapal pesiar memiliki fungsi untuk mengeluarkan asap dari mesin kapal atau pembakaran bahan bakar kapal. Selain itu, dengan cerobong yang mengarah pada arah angin, dapat mencegah asap dihirup oleh penumpang. Beberapa kapal pesiar pun memiliki model cerobong seperti sayap, yang berfungsi untuk meningkatkan aliran udara. 6. Quarter Deck Quarter deck, atau juga disebut dengan back deck, merupakan salah satu bagian dalam kapal pesiar yang biasanya digunakan oleh penumpang atau officer. Berfungsi sebagai ruang informasi atau pengumuman, bel kapal, ruang administrasi, dan lain-lain. Quarter deck sendiri dianggap sebagai bagian kapal yang penting, karena pada saat kapal berlabuh, quarter deck ini merupakan lokasi pusat dari mana perintah dari kapten dikeluarkan. 7. Propeller Bagian dalam kapal pesiar selanjutnya adalah propeller. Propeller merupakan baling-baling dengan bentuk seperti kipas yang berfungsi untuk menggerakan kapal menggunakan daya yang dihasilkan dan ditransmisikan oleh mesin utama kapal. Fakta menariknya, propeller terbesar di dunia memiliki berat sebesar 131 ton! 8. Compass Bridge Sesuai dengan namanya, bagian dari kapal pesiar yang disebut dengan compass bridge ini, merupakan bagian ruang komando kemudi dari kapal. Selain itu, compass bridge juga terdapat alat navigasi untuk ruang nahkoda, dan radio untuk menentukan lokasi dari kapal. Salah satu kompas yang digunakan dalam kapal adalah jenis kompas gyro, yang tidak terhalang oleh medan magnet luar dan berfungsi untuk menentukan Posisi Utara yang benar. 9. Anchor-Windlass Room Anchor-windlass room merupakan bagian dari sistem kapal pesiar yang dipasang untuk memindahkan rantai dan jangkar. Bagian dari kapal ini juga disebut dengan anchor machine mesin jangkar. Ruangan ini terletak di geladak dek dekat bagian depan bow kapal. 10. Porthole Nah, yang terakhir ada porthole, yang merupakan celah kecil seperti pintu angina atau jendela di sisi kapal. Porthole ini pada umumnya berbentuk seperti lingkaran dan terbuat dari kaca yang berfungsi sebagai penerangan, ventilasi, dan lain-lain. Anda juga bisa mendapatkan pemandangan laut yang menakjubkan melalui porthole ini. Nah, itulah pembahasan kali ini mengenai 10 bagian dalam kapal pesiar dan fungsinya untuk menambah pengetahuan Anda mengenai kapal pesiar. Untuk Anda yang ingin liburan, Cruise MABI memiliki promo liburan kapal pesiar untuk Anda yang pastinya terjangkau. Klik di sini untuk berbagai informasi rute perjalanan Royal Caribbean. Selamat berlibur, ya!
Figures - uploaded by Wahyu PamungkasAuthor contentAll figure content in this area was uploaded by Wahyu PamungkasContent may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free DIKTAT KULIAH RADAR DAN NAVIGASI Disusun Oleh Wahyu Pamungkas, Akademi Teknik Telekomunikasi Sandhy Putra 2011 DIKTAT KULIAH RADAR & NAVIGASI A. ELEMENTARY CONCEPTS Radar merupakan nama dari sebuah sistem elektronis yang digunakan untuk pendeteksian lokasi dari sebuah obyek. Dalam teknologi radar maka selanjutnya obyek radar akan diberi nama target. Kata radar itu sendiri merupakan sebuah akronim dari radio detection and ranging. Pada awalnya ”radar” muncul dengan berbagai nama di dunia sebelum distandarisasi oleh ITU menjadi Radar seperti sekarang. Fungsi dari sebuah radar sangat erat hubunganya dengan sifat dari gelombang elektromagnetis yang bersinggungan dengan obyek fisik target. Semua teknologi radar pada awalnya menggunakan gelombang radio sebagai media transmisinya, namun seiring dengan perkembangan jaman media transmisi yang dikembangkan berbentuk fiber optics atau laser. Teknologi Radar dipelopori oleh penemuan Maxwell pada tahun 1865 yang meneliti tentang karakteristik perambatan gelombang elektromagnetik dan selanjutnya dikembangkan oleh percobaan Hertz pada tahun 1886. Inti dari pengembangan konsep Maxwell tersebut adalah gelombang radio dapat dipantulkan oleh suatu obyek yang berbentuk fisik. Inilah yang selanjutnya dikembangkan menjadi sebuah aplikasi Radar di mana fungsinya dengan mendeteksi keberadaan sinyal pantul, Radar dapat menentukan di mana obyek target radar berada. Bentuk Radar pertama kali dikembangkan pada kurun waktu 1902 sd 1925 yang sudah bisa mendeteksi jarak target di samping fungsi utamanya adalah mendeteksi keberadaan target tersebut. Pada tahun 1925 Brief dan Tuve 1926 pertama kali mengaplikasikan metode Pulse-Wave yang sampai sekarang digunakan sebagai pengembangan radar modern. Selanjutnya dengan adanya perang dunia II perkembangan radar semakin cepat berkembang dan sampai sekarang penggunaanya banyak dirasakan manfaatnya. B. FUNDAMENTAL ELEMENTS OF RADAR Pada saat sekarang ini Radar berkembang dengan berbagai macam bentuk, fungsi dan type dari targetnya. Gambar di bawah ini akan sangat membantu mempelajari struktur / bagian penting radar sebelum mempelajarinya secara detail. Blok diagram fungsi radar Blok diagram di atas merupakan blok diagram yang paling umum yang digunakan segala jenis radar. Bagian pentingnya terdiri dari transmitter Tx yang dihubungkan dengan antena yang akan mengirimkan gelombang elektromagnetik ke arah target, Receiver Rx yang dihubungkan dengan sebuah antena penerima yang akan menerima semua gelombang hasil pantulan dari target radar Pada blok diagram di atas, sebuah persamaan sinyal s t dihasilkan pada bagian output terminal dari transmitter. Antena akan mengkonversi sinyal tersebut dan mengarahkan sinyal radio menuju ke arah target. Sinyal yang menuju ke target dengan kecepatan 3 x 108 m /dt akhirnya akan menabrak target dan berdasarkan sifat dan karakteristik target radar sebagian sinyal tersebut dipantulkan kembali menuju ke arah antena penerima radar. Pantulan sinyal yang menuju ke antena penerima radar mempunyai bentuk dan persamaan yang berbeda dengan persamaan sinyal asal. Persamaan sinyal hasil pantulan, sr t selanjutnya diterima antena penerima radar dan dikonversikan menjadi sinyal elektronis sebelum diteruskan ke bagian penerima. Bagian penerima radar selanjutnya menganalisis persamaan sinyal sr t sehingga selanjutnya dapat menganalisa di mana keberadaan dan jarak dari target radar yang dimaksud. Target Tx Rx I. TYPE RADAR Secara umum, blok pemancar sinyal radar dan penerima sinyal radar dapat berada pada satu lokasi. Jenis radar seperti ini di mana jarak antara pemancar dan penerima radar adalah 0 R3 = 0 dinamakan Bistatic Radar. Sedangkan jika R1 = R2 dan R3 = 0, antena yang digunakan hanya satu, yaitu untuk bagian transmit dan receive sinyal maka radar demikian dinamakan Monostatic Radar. Untuk radar jenis sekarang yang banyak dipakai, dapat mempunyai satu atau lebih bagian pengirim transmitter demikian juga dengan bagian penerima receiver sehingga radar jenis ini dinamakan dengan Multistatic Radar. Type radar juga dapat dibedakan dari jenis modulasi dan jenis gelombang yang dipakai, Sebuah sinyal dengan sifat continues continues wave / cw yang ditransmisikan dari bagian pemancar radar biasanya menggunakan amplitudo yang konstan sehingga type modulasi yang digunakan adalah FM. Ketika jenis modulasi yang digunakan adalah berbentuk pulsa dengan jenis modulasi FM maka radar demikian dinamakan dengan Radar Pulsa. Sedangkan di bagian type yang lain, sebuah radar yang memiliki bagian pemancar dinamakan Active Radar dan yang tidak memiliki bagian pemancar dinamakan Passive Radar. Pada pembahasan selanjutnya, segala perhitungan akan berdasarkan type Monostatic Pulsed Radar yang akan dipakai sebagai referensi, mengingat dengan menggunakan sistem monostatic radar sistem perhitungan akan menjadi lebih sederhana. II. FUNGSI RADAR Secara umum radar menjalankan 3 fungsi utama yaitu • Resolution Merupakan fungsi radar untuk dapat memisahkan satu sinyal yang diinginkan dari beberapa sinyal hasil pantulan yang masuk ke bagian penerima dan fungsi radar untuk dapat memisahkan sinyal dari noise yang masuk ke bagian penerima. Idealnya seberapa dekat atau jauh target radar, kecermatan pendeteksian harus tetap diperhatikan. Prinsipnya, semakin lebar bandwidth sinyal yang disediakan maka akan semakin baik parameter resolusi, semakin jauh target radar maka dibutuhkan frekuensi kerja radar yang semakin tinggi dan semakin kecil main lobe dari antena maka pendeteksian posisi target akan semakin cermat. • Deteksi Fungsi deteksi radar meliputi pendeteksian sinyal pantul dari target radar yang diinginkan. Namun biasanya sinyal hasil pantulan akan bercampur dengan berbagai macam sinyal yang tidak diinginkan seperti sinyal hasil gema pantulan dari target lain dan noise. Noise dapat dikurangi dengan design penerima radar yang baik dan menggunakan sinyal transmisi dengan energi bit yang besar. Sinyal yang tidak diinginkan biasanya dapat diatasi dengan menggunakan filter dan signal processing methods. • Pengukuran Merupakan fungsi radar yang sebenarnya melekat pada akronim Radar itu sendiri. Pada fungsi pengukuran, yang terpenting diketahui adalah kemampuan radar mengukur parameter pengukuran tertentu seperti posisi target dalam 3 dimensi, velocity vector kecepatan target dalam 3 dimensi / koordinat, angular direction, vector angular velocity besarnya sudut dalam 2 dimensi. JENIS TARGET RADAR Jenis target radar sangat bervariatif dan bermacam-macam definisinya. Definisi paling sederhana yang biasanya dipakai adalah point target. Point targer adalah jenis target radar yang mempunyai bentuk fisik yang cukup besar namun jika dibandingkan dengan jarak antara Tx – dan target akan menjadi relatif kecil. Contoh dari point target ini adalah pesawat terbang, kapal laut, manusia, binatang atau satelit. Point target radar seperti di atas tidak akan menyebabkan penyebaran pulsa ketika proses pendeteksian pada sisi Rx. Jenis target radar yang lainya yang menyebabkan penyebaran pulsa dalam tahap pendeteksian adalah extended targets. Extended targets selain menyebabkan penyebaran pulsa pada pendeteksian juga akan menyebabkan redaman yang tinggi pada sinyal yang dipantulkan oleh mereka. Contoh extended target ini adalah gedung bertingkat, bangunan yg tinggi, menara dll. Bentuk target radar dalam dua dimensi still target dinamakan dengan 1. Elemen-elemen dasar dari Radar Pada saat sekarang ini, radar berkembang dengan berbagai macam bentuk, fungsi dan tipe dari targetnya. Gambar berikut ini akan sangat membantu dalam mempelajari struktur/ bagian penting radar sebelum mempelajarinya secara mendetail. Gambar Blok Diagram Radar Blok diagram tersebut merupakan blok digram yang paling umum yang digunakan segala jenis radar. Bagian pentingnya terdiri dari transmitter Tx yang dihubungkan dengan antena transmitting yang akan mengirimkan gelombang elektromagnetik ke arah target, receiver Rx yang dihubungkan dengan sebuah antena receiving yang akan menerima gelombang hasil pantulan dari target radar. Pada blok diagram tersebut, sebuah persamaan sinyal st dihasilkan pada bagian output terminal dari transmitter. Antena akan mengkonversi sinyal tersebut dan mengarahkan sinyal radio menuju ke arah target. Sinyal yang menuju ke target dengan kecepatan 3 x 108 m/s akhirnya akan menabrak target dan berdasarkan sifat dan karakteristik target radar sebagian sinyal tersebut dipantulkan kembali menuju ke arah antena penerima radar. Pantulan sinyal yang menuju ke antena penerima radar mempunyai bentuk dan persamaan yang berbeda dengan persamaan sinyal asal. Sr t Tx Rx Target Antena R2 Medium channel Persamaan sinyal hasil pantulan, sr t selanjutnya diterima antena penerima radar dan dikonversikan menjadi sinyal elektronis sebelum diteruskan ke bagian penerima. Bagian penerima radar selanjutnya menganalisis persamaan sinyal sr t sehingga selanjutnya dapat menganalisa dimana keberadaan dan jarak dari target radar yang dimaksud. a. Tipe Radar Secara umum, blok pemancar sinyal radar dan penerima sinyal radar dapat berada pada satu lokasi. Jenis radar seperti ini di mana jarak antara pemancar dan penerima radar adalah 0 R3 = 0 dinamakan Bistatic Radar. Sedangkan jika R1 = R2 dan R3 = 0, antena yang digunakan hanya satu, yaitu untuk bagian transmit dan receive sinyal maka radar demikian dinamakan Monostatic Radar. Untuk radar jenis sekarang yang banyak dipakai, dapat mempunyai satu atau lebih bagian pengirim transmitter demikian juga dengan bagian penerima receiver sehingga radar jenis ini dinamakan dengan Multistatic Radar. Tipe radar juga dapat dibedakan dari jenis modulasi dan jenis gelombang yang dipakai, Sebuah sinyal dengan sifat continuous continuous wave / cw yang ditransmisikan dari bagian pemancar radar biasanya menggunakan amplitudo yang konstan sehingga tipe modulasi yang digunakan adalah FM. Ketika jenis modulasi yang digunakan adalah berbentuk pulsa dengan jenis modulasi FM maka radar demikian dinamakan dengan radar pulsa. Sedangkan di bagian tipe yang lain, sebuah radar yang memiliki bagian pemancar dinamakan active radar dan yang tidak memiliki bagian pemancar dinamakan passive radar. b. Tipe dari Target Radar Target radar yang dapat ditangkap banyak sekali jenis dan variasinya. Target radar tersebut dapat dikategorikan menjadi 1 Point Target Merupakan jenis target radar yang mempunyai ukuran besar dan bila dikenai sinyal elektromagnetis tidak menyebabkan penyebaran pulsa pada sinyal pantulnya. Contoh target radar ini adalah pesawat terbang, kapal kecil, satelit, manusia dan binatang, mobil dan lain-lain. 2 Extended Target Merupakan target radar yang mempunyai ukuran yang lebih besar dari point target dan menyebabkan penyebaran pulsa pada sinyal hasil pantulannya. Contoh target radar ini adalah gedung bertingkat, kapal, menara, mercusuar dan lain-lain. 3 Distributed Target Merupakan target radar yang berbentuk image dua dimensi dan tidak bergerak dari tempat asalnya. Distributed target dibagi menjadi dua yaitu area target dan volume target. Contoh dari area target adalah hutan, lautan, sawah dan gunung. Sedangkan untuk volume target contohnya adalah hujan, salju, hujan es, awan, kabut dan asap. 4 Moving Target Merupakan target radar yang jaraknya selalu relatif terhadap Tx/ Rx radar selain kategori dari volume target. Target radar yang berpindah dengan kecepatan tertentu ini akan mengakibatkan suatu efek yang disebut sebagai efek doppler. c. Fungsi Radar Secara umum radar menjalankan 3 fungsi utama yaitu 1 Resolution Merupakan fungsi radar untuk dapat memisahkan satu sinyal yang diinginkan dari beberapa sinyal hasil pantulan yang masuk ke bagian penerima dan fungsi radar untuk dapat memisahkan sinyal dari noise yang masuk ke bagian penerima. Idealnya seberapa dekat atau jauh target radar, kecermatan pendeteksian harus tetap diperhatikan. Prinsipnya, semakin lebar bandwidth sinyal yang disediakan maka akan semakin baik parameter resolusi, semakin jauh target radar maka dibutuhkan frekuensi kerja radar yang semakin tinggi dan semakin kecil main lobe dari antena maka pendeteksian posisi target akan semakin cermat. 2 Deteksi Fungsi deteksi radar meliputi pendeteksian sinyal pantul dari target radar yang diinginkan. Namun biasanya sinyal hasil pantulan akan bercampur dengan berbagai macam sinyal yang tidak diinginkan seperti sinyal hasil gema pantulan dari target lain dan noise. Noise dapat dikurangi dengan design penerima radar yang baik dan menggunakan sinyal transmisi dengan energi bit yang besar. Sinyal yang tidak diinginkan biasanya dapat diatasi dengan menggunakan filter dan signal processing methods. 3 Pengukuran Merupakan fungsi radar yang sebenarnya melekat pada akronim Radar itu sendiri. Pada fungsi pengukuran, yang terpenting diketahui adalah kemampuan radar mengukur parameter pengukuran tertentu seperti posisi target dalam 3 dimensi, velocity vector kecepatan target dalam 3 dimensi / koordinat, angular direction, vector angular velocity besarnya sudut dalam 2 dimensi. Selain ketiga fungsi tersebut, radar juga dapat dimanfaatkan untuk bermacam-macam keperluan antara lain sebagai alat bantu dalam pelayaran, untuk keperluan dalam dunia penerbangan dan untuk keperluan militer. Manfaat radar dalam dunia penerbangan dan kelautan, antara lain 1 Peralatan radar pada pesawat udara dapat memberikan informasi-informasi tentang keadaan permukaan bumi, walaupun dalam keadaan gelap. 2 Peralatan radar dalam kapal laut dapat memberikan informasi tentang letak dari kapal-kapal laut yang lain, bukit, tanah dan sebagainya. 3 Memberikan informasi pada pilot-pilot pesawat udara dan nakhoda kapal laut mengenai posisi mereka yang tepat pada setiap saat. 4 Membantu pilot pesawat udara dalam melakukan pendaratan. 5 Memungkinkan pesawat udara mengetahui ketinggiannya di atas permukaan bumi. Manfaat radar dalam bidang militer, yaitu 1 Membantu pengarahan senjata-senjata di darat terhadap sasaran-sasaran di laut dan udara. 2 Menentukan posisi sasaran di permukaan bumi untuk pemboman dari pesawat udara. 3 Menentukan posisi pesawat atau sasaran yang bergerak bagi pesawat pemburu. 4 Menuntun arah peluru-peluru kendali dari permukaan bumi, kapal laut ataupun dari pesawat udara. ttaccLPP=B. Radar Basic Equation Gambar Blok Diagram Radar Jika suatu blok pemancar radar memancarkan sinyal dengan daya rata-rata puncak adalah Pt, daya rata-rata ini akan menuju ke bagian antena untuk dipancarkan. Selama perjalanan dari transmitter ke antena Tx daya sinyal tersebut mengalami loss yang disebabkan oleh loss konektor, loss duplexer, loss isolator dan lain-lain. Rugi-rugi sinyal selama menempuh perjalanan dari transmitter ke antena Tx disebut dengan LtLt>1. Daya yang diterima pada bagian antena dinotasikan sebagai Pacc yang bernilai Keterangan Pt = daya rata-rata puncak W Lt = loss daya , loss yang terjadi dari transmitter menuju antena Tx Tx Rx R2 Srt Target 11≥=rtrtLρ1214chrttdttLLLRGPπrtttrtaccradLLPLPP==1214chrttdttLLLRGPπ Pada bagian antena sendiri, daya sinyal juga mengalami reduksi/ loss yang diakibatkan oleh struktur antena dan faktor panas. Loss yang terjadi pada antena Tx radar dikenal dengan istilah loss radiasi Lrt. Dimana nilai Lrt didefinisikan sebagai berikut Keterangan rt = efisiensi radiasi antena % Lrt = loss radiasi dari transmitting antena dB Daya yang dikeluarkan dari antena menuju target dikenal dengan istilah Prad, dimana Daya radiasi tersebut selama perjalananya dari antena Tx menuju target akan banyak mengalami loss yang disebut loss channel Lch1. Sehingga untuk menghitung daya rata-rata sebenarnya yang di transmisikan antena Tx menuju target yang dipengaruhi oleh semua loss tersebut adalah t = Keterangan Gdt = gain directivity antenna Tx R1 = jarak antara antena Tx dengan target meter Pt = daya rata-rata puncak W Lt = loss daya , loss yang terjadi dari transmitter menuju antena Tx Lrt = loss radiasi dari transmitting antena Lch1 = loss daya yang terjadi saat proses transmitting dari antena Tx ke target Daya rata-rata yang dipantulkan target menuju receiver rt = Keterangan = radar cross section m2 Daya rata-rata tersebut selama menempuh media transmisi dengan jarak R2akan terpengaruh noise, redaman yang dikenal dengan istilah Lch2 loss yang terjadi saat proses 21222124chchrttdttLLLLRRGPπrrchchrttdrdttLLLLLRRGGP212221324πλrrchrttdrdttLLLLRGGP24324πλ2243224rchtdtLLLRGPπλtransmisi sinyal dari target menuju antena Rx. Sehingga pada sisi antena Rx, daya yang diterima menjadi i = Keterangan Lch2= loss daya yang terjadi saat transmisi sinyal dari target ke receiving antena dB Di sisi antena penerima juga akan ada loss radiasi antena penerima Lrr yang bernilai 1/ρπ ≥ 1, sehingga daya yang dikeluarkan antena Rx menuju penerima radar menjadi • Bisatic/ multistatic radar Sr= • Monostatic radar yang menggunakan dua antenna Sr= • Monostatic radar yang menggunakan satu antena untuk aplikasi Tx dan Rx Sr= Keterangan Lr = loss radiasi dari receiving antena dB λ = panjang gelombang meter R2 = Jarak antara target dengan antena Rx m C. Radar Cross Section Merupakan suatu parameter radar yang sangat penting dan sering digunakan untuk menghitung link budget dari radar. Radar cross section ini berhubungan dengan banyaknya sinyal datang, sinyal pantul dan sinyal yang diserap oleh obyek. Selain itu, radar cross section juga ditentukan oleh jenis target radar yang dilihat dari sisi bentuk, volume dan sifatnya. Pada banyak sistem radar yang dipakai, target radar diasumsikan mempunyai ukuran yang kecil dengan tujuan untuk lebih memfokuskan beamwidth dari antena pemancar radar ke target. Ketika sebuah pemancar radar memancarkan sinyalnya ke arah target, beberapa bagian dari sinyal akan memantul ke semua arah termasuk penerima dan sebagian lagi akan diserap oleh target radar. Pemantulan dan penyerapan tentunya akan menurunkan daya total pemancar radar. Jika total daya yang dipantulkan dilambangkan dengan T dan daya yang diserap dilambangkan dengan a maka total daya yang dikirimkan dari pemancar akan menjadi c yaitu c = T + a Keterangan T = total daya yang dipantulkan dB a = daya yang diserap dB c = total daya yang dikirimkan dari pemancar dB a Cross section dari area target Meskipun radar biasanya beroperasi pada distributed target, pada kenyataanya ketika sebuah sinyal dari pemancar radar memancar maka sinyal ini akan mengenai semua target-target yang tidak diinginkan. Target-target radar yang tidak diinginkan tersebut akan memantulkan sinyalnya ke semua arah termasuk ke arah penerima radar. Sinyal-sinyal yang tidak diinginkan ini akan disebut sebagai clutter. Jika sinyal datang dari permukaan laut maka dinamakan sea clutter, jika datang dari permukaan tanah akan dinamakan land clutter. Pantulan-pantulan sinyal dari clutter akan disebut sebagai cross section clutter cdi mana nilainya adalah c = o Ac Keterangan c = Cross Section Clutter m2 LRGPScdtrc 43224πλ=c1V =co = Surface Backscaterring Coefisien Ac = Efektif Clutter Scattering Area m2 Jika diekspresikan dalam bentuk dB maka o akan menjadi o dB = 10 Log 10 o Besarnya daya sinyal Cross Section Clutter yang tidak diinginkan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus Keterangan Pt = daya pancar sinyal radar W Gd = gain directivity antenna dB λ = panjang gelombang m c = cross section scattered m2 R = jarak antara radar dengan target yang tidak dinginkan m L = total loss dB b Cross section dari volume target Ketika sinyal dari pemancar radar merambat pada ruang bebas di udara maka akan terjadi banyak sekali kemungkinan sinyal radar tersebut akan menabrak butiran hujan, salju, kabut atau asap yang dikenal sebagai volume target. Nilai cross section yang dihasilkan volume target tersebut akan ditentukan oleh volume dari target, polarisasi sinyal radar, frekuensi dan karakteristik dari target yang tertabrak sinyal radar. Nilai dari cross section pantulan volume target dapat dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini Dengan nilai c = cross section scattered m2 1 = efektif scatering volume Vc = Volume backscaterring koefisien m2/m3 Pada penghitungan nilai cross section dari volume target akan terlihat lebih rumit dari menentukan cross section dari area target di mana dalam volume target, luas areanya mempunyai nilai sangat kecil dan tidak pasti. Contohnya adalah bila suatu butiran hujan LRGPScdtrc 43224πλ=4251λπbarK=dibandingkan dengan asap atau butiran salju dan sebagainya. Untuk itu pada volume target banyak sekali dipakai angka-angka koefisien hasil penelitian untuk merepresentasikan parameter dari cross section pada masing-masing target seperti hujan, salju, kabut atau asap. Nilai dari 1 pada masing-masing target tersebut akan ditentukan dengan menggunakan rumus Keterangan K = Konstanta dielektrik dari bahan target a = 200 b =1,6 r = curah hujan rata-rata cm/bulan Nilai K tersebut akan bervariasi untuk berbagai macam jenis volume target seperti hujan K2= 0,93 dan untuk partikel salju K2= 0,20. Sehingga nilai akhir dari daya sinyal yang dipantulkan dan bersifat clutter dari volume target akan bernilai Keterangan Pt = daya pancar sinyal radar W Gd = gain directivity antena W λ = panjang gelombang meter c = cross section scattered m2 R = jarak antara radar dengan target yang tidak dinginkan meter L = total loss W RADAR CROSS SECTION Pada banyak sistem radar yang dipakai, target radar diasumsikan mempunyai ukuran yang kecil, dengan tujuan untuk lebih memfokuskan beamwidth dari antena pemancar radar ke target. Ketika sebuah pemancar radar memancarkan sinyalnya ke arah target, beberapa bagian dari sinyal akan memantul ke semua arah termasuk ke penerima dan sebagian lagi akan diserap oleh target radar. Pemantulan dan penyerapan tentunya akan menurunkan daya total pemancar radar. Jika total daya yang dipantulkan dilambangkan dengan T dan daya yang diserap dilambangkan dengan a maka total daya yang dikirimkan dari pemancar akan menjadi c yaitu c = T + a Pantulan yang dihasilkan oleh target radar akan memantul ke semua arah. Jika arah pantulan berlawanan dengan arah gelombang datang maka disebut dengan Back Scattering Cross Section dan bila pantulanya mengarah ke semua arah kecuali Back Scattering Cross Section disebut dengan Bistatic Scattering Cross Section. Total Cross Section ditemukan dengan menjumlahkan antara Bistatic dan Back Scattering Cross Section. Dari pendahuluan di atas maka definisi dari Radar Cross Section dapat diartikan sebagai bagian dari Scattering / Pemantulan sinyal dari target yang berhubungan dengan sinyal polarisasi dari antena. Radar Cross Section dapat dirumuskan sebagai berikut { }on targetincident in wave areaunit per power antena receivingofon polarizati in the is which antena receivingat wavescatteredin areaunit R 4 222Lim=∞→powerRπatau dapat didefinisikan bahwa nilai adalah sama dengan di mana Ps adalah daya yang dipantulkan oleh target dan Pi adalah daya yang datang menuju ke arah target. Dalam elektromagnetik analisis dapat dikatakan bahwa nilai akan sama dengan Hubungan antara Radar Cross Section dengan polarisasi antena adalah sebagai berikut = sρpoldengan = Radar Cross Section s = Scattering Cross Section ρpol = Polarisasi efisiensi Ingat bahwa jenis polarisasi adalah linear, circular dan eliptical Contoh Soal 1. Sebuah target radar mempunyai scattering cross section sebesar 3 m2 ketika sinyal pantul dipantulkan target menggunakan right hand circular polarized. Jika nilai efisiensi polarisasi menggunakan nilai 1 / 2 maka berapa ? CROSS SECTION DARI AREA TARGET Meskipun radar biasanya beroperasi pada distributed target, pada kenyataanya ketika sebuah sinyal dari pemancar radar memancar maka sinyal ini akan mengenai semua target-target yang tidak diinginkan. Target2 radar yang tidak diinginkan tersebut akan memantulkan sinyalnya ke semua arah termasuk ke arah penerima radar. Sinyal-sinyal yang tidak diinginkan ini akan disebut sebagai clutter. Jika sinyal datang dari permukaan laut maka dinamakan sea clutter, jika datang dari permukaan tanah akan dinamakan land clutter. Pantulan2 sinyal dari clutter akan disebut sebagai cross section clutter c di mana nilainya adalah c = o Acdi mana c = Cross Section Clutter o = Surface Backscaterring Coefisien m2 / m2 Ac = Efektif Clutter Scattering Area Jika diekspresikan dalam bentuk dB maka o akan menjadi o dB = 10 Log 10 o Besarnya Daya sinyal Cross Section Clutter yang tidak diinginkan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus LRGd43c22trc4P Sπλ=Contoh Soal 1. Jika sebuah radar mempunyai frekuensi 10 Ghz, dengan daya transmit 100 KW dengan total Loss sebesar 12 w, digunakan untuk mendeteksi target radar. Jika di sekitar radar terdapat target yang tidak diinginkan dengan jarak 40 Km dengan nilai Efektif Clutter Scattering Area 4 m2 dan Surface Backscaterring Coefisien sebesar 3 m2 / m2, berapakah nilai Daya sinyal clutter yang dipantulkan, dengan nilai Gain antenna sebesar 3781 ? Besar masing-masing nilai cross section untuk jenis target seperti pesawat terbang, kapal laut ataupun kendaraan bermotor lainya mulai diteliti oleh para pakar radar. Hasilnya masing-masing target radar tersebut sudah mempunyai nilai cross section yang tetap. Nathanson pada tahun 1991 menghitung cross section untuk berbagai macam kapal milik Soviet dengan luas permukaan dari 110 sd 1,2 . 106 m2 dan berat kapal dari 80 sd ton. Ilmuwan lain yaitu Morchin menghitung cross section dari berbagai macam pesawat terbang yang pernah dibuat. Perhitungan para ilmuwan tersebut diawali dari perhitungan seorang ilmuwan radar yaitu Skolnik 1974 yang menghitung cross section dari kapal laut dengan rumus 2321D f 52 =Dengan f = frekuensi kerja radar D = Maksimal beban dari kapal dalam kiloton CROSS SECTION DARI VOLUME TARGETS Ketika sinyal dari pemancar radar merambat pada ruang bebas di udara maka akan terjadi banyak sekali kemungkinan sinyal radar tersebut akan menabrak butiran hujan, salju, kabut atau asap yang dikenal sebagai volume target. Nilai cross section yang dihasilkan volume target tersebut akan ditentukan oleh volume dari target, polarisasi sinyal radar, frekuensi dan karakteristik dari target yang tertabrak sinyal radar. Nilai dari cross section pantulan volume target dapat dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini c1V =cDengan nilai c = cross section scattered 1 = efektif scatering volume Vc = Volume backscaterring koefisien Pada penghitungan nilai cross section dari volume target akan terlihat lebih rumit dari menentukan cross section dari area target di mana dalam volume target, luas areanya mempunyai nilai sangat kecil dan tidak pasti. Contohnya adalah bila suatu butiran hujan dibandingkan dengan asap atau butiran salju dan sebagainya. Untuk itu pada volume target banyak sekali dipakai angka2 koefisien hasil penelitian untuk merepresentasikan parameter dari cross section pada masing2 target seperti hujan, salju, kabut atau asap. Nilai dari 1 pada masing-masing target tersebut akan ditentukan dengan menggunakan rumus 4b251r K λπa=Di mana K = Konstanta dielektrik dari bahan target a = 200 b =1,6 r = curah hujan rata2 Nilai K di atas akan bervariasi untuk berbagai macam jenis volume target seperti hujan K2 = 0,93 dan untuk partikel salju K2 = 0,20 . Sehingga nilai akhir dari daya sinyal yang dipantulkan dan bersifat clutter dari volume target akan bernilai LRGd43c22trc4P Sπλ=Contoh soal 1. Jika sebuah radar mempunyai frekuensi 10 Ghz, dengan daya transmit 100 KW dengan total Loss sebesar 12 watt, digunakan untuk mendeteksi target radar. Jika di sekitar radar terdapat target yang tidak diinginkan dengan jarak 40 Km dengan curah hujan rata2 adalah 76 mm / hari dengan nilai Volume Backscaterring Coefisien sebesar 3, berapakah nilai Daya sinyal clutter dari volume target berupa hujan yang dipantulkan, dengan nilai Gain antenna sebesar 3781 ? 2. Berapa nilai radar cross section dari sebuah pemancar radar yang menabrak suatu kapal laut dengan bobot maksimal 2000 ton dengan frekuensi kerja 10 Ghz ? Teknologi telekomunikasi terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Mulai dari komunikasi kabel hingga komunikasi nirkabel. Salah satu pemanfaatan komunikasi nirkabel sebagai media komunikasi adalah teknologi radio yang diterapkan pada salah satu peralatan navigasi penerbangan, yang dikenal dengan istilah Doppler Very high Omni-Directional Range DVOR. Dalam DVOR, informasi yang dikirim menggunakan efek doppler menuju pesawat akan mengalami penurunan sinyal loss yang diakibatkan oleh jarak. Dengan melakukan analisis perhitungan link budget menggunakan parameter pathloss dan atenuasi terhadap efek doppler dengan objek penerima pesawat, maka apabila pesawat semakin mendekat, akan menghasilkan perubahan nilai pathloss dan atenuasi yang tidak berarti. Perhitungan pathloss dengan peubah jarak menghasilkan pengurangan ± 1dB pada rentang jarak tempuh pesawat, mulai dari jarak 30 Km hingga 5 Km dengan interval 5 Km. Sehingga semakin jauh jarak yang ditempuh oleh gelombang frekuensi Fobserved maka semakin besar nilai atenuasi yang akan diterima. Pada analisis atenuasi sebuah antena terhadap jangka waktu tertentu menghasilkan perubahan sebesar ± 1dB dalam waktu tempuh dengan rentang masing-masing sebesar 32 detik, 29 detik, 26 detik, 22 detik, 18 detik, 15 detik, 12 detik, 10 detik, dan 8 detik, dan diperoleh kesimpulan semakin besar nilai waktu yang dipergunakan pada sebuah antena DVOR maka semakin kecil has not been able to resolve any references for this publication.
Apa Yang Dimaksud Dengan Radar Dan Fungsi Radar Kapal, Radar Merupakan salah satu Peralatan Navigasi Elektronik, Radar singkatan dari “Radio Detection and Ranging” adalah peralatan navigasi elektronik terpenting dalam pelayaran. Pada dasarnya radar berfungsi untuk mendeteksi dan mengukur jarak suatu obyek di sekeliling kapal. Disamping dapat memberikan petunjuk adanya kapal, pelampung, kedudukan pantai dan obyek lain disekeliling kapal, alat ini juga dapat memberikan baringan dan jarak antara kapal dan objek-objek tersebut. Dari Pengertian Tentang Radar diatas radar sangat bermanfaat untuk mengetahui kedudukan kapal lain sehingga dapat membantu menghindari/ mencegah terjadinya tabrakan dilaut. Radar akan sangat berguna pada saat cuaca buruk, keadaan berkabut dan berlayar dimalam hari terutama apabila petunjuk pelayaran seperti lampu suar, pelampung, bukit atau bangunan secara visual tidak dapat diamati. Kelebihan utama dari pada radar dibanding dengan peralatan navigasi yang lain, dalam pengoperasiannya radar tidak memerlukan stasion-stasion pemamcar. Pada dasarnya radar menggunakan prinsip pancaran gelombang elektronik. Alat pemancar khusus akan memancarkan pulsa gelombang radio pendek yang dipancarkan dalam alur sempit narrow beam oleh antena berarah directional antenna. Pergerakan gelombang radio ini diumpamakan bergerak secara lurus pada kecepatan yang tetap dan apabila pulsa gelombang yang dikirimkan mengenai sasaran seperti kapal, pantai sebuah pulau atau obyek lain, gelombang radio akan dipantulkan lagi dan diterima kembali oleh unit penerima receiver unit di kapal pemancar dengan segera. Gema yang dipantulkan disebut gema radio radio echo. Dengan mengukur beda waktu pengiriman/pancaran dan penerimaan gema dan dengan diketahuinya kecepatan peramabatan gelombang radio, jarak antara kapal dengan sasaran dapat diketahui. Informasi jarak ini akan ditunjukkan dalam skrin radar oleh tabung sinar katoda Cathode Ray Tube-CRT. Pulsa gelombang radio yang dipancarkan akan mengalami dua kali jarak yaitu jarak dari kapal pengamat own ship ke sasaran ketika pemancaran dan jarak untuk kembali ke penerima receiver dari sasaran. Untuk menentukan jarak dan kedudukan sasaran, hanya setengah waktu perjalanan yang diperhitungkan. Gelombang radio yang dipancarkan oleh pemancar radar Radar transmitter bergerak dengan cepat sehingga pengukurannya menggunakan mikrodetik m/?s. Perambatan gelombang radio bergerak dengan kecepatan 300 m/?s. Untuk menghitung jarak dari kapal kepada sasaran sangat mudah misalnya ; selang waktu pengiriman dan penerimaan kembali gelombang radio adalah 100 ?s, jarak pergi dan pulang gelombang radio adalah 100 x 300 = m dan jarak antara kedua kapal adalah setengahnya yaitu m = 8,1 mil laut. Jarak jangkau minimum radar adalah sama dengan jarak yang dapat dilihat oleh mata manusia dan jarak maksimum tergantung kepada jenis dan kemampuan radar. Meskipun demikian, target dibalik sudut tidak akan tampak di radar. Informasi sasaran seperti pulau dan kapal didalam skrin radar ditunjukkan dalam bentuk indikator kedudukan Plan Position Indicator-PPI. Dengan metode ini informasi sasaran seperti pulau, kapal lain dll yang ada disekeliling kapal pengamat dapat ditunjukkan pada skrin radar. Pengukuran waktu pada radar dimulai dengan bermulanya isyarat picu trigger signal yang dikirim kepada pemancar magnetron dan tabung sinar katoda CRT. Magnetron terdiri dari magnet berkekuatan tinggi yang dapat menghasilkan getaran dan frekuensi yang sangat tinggi yang sesuai dan sangat diperlukan oleh radar. Frekuensi tinggi hanya akan diperoleh apabila modulator mengirimkan voltase kepada magnetron berulang-ulang dengan selang waktu antara – 1 ?s mikro detik. Pada saat pemancaran, gelombang radio akan dipancarkan melalui antena scanner melalui pemandu gelombang wave guide yang dikendalikan oleh switch pancar/terima elektronik T/R electronic switch. Begitu juga pada saat penerimaan, gema radio akan diterima oleh receiver melalui T/R electronic switch. Fungsi Radar Kapal Adalah Sebagai Berikut Menurut Hadi Supriyono, Capt, 2001 14 fungsi radar adalah suatu alat pembantu navigasi elektronik yang gunanya 1. Untuk menentukan posisi kapal dari waktu ke waktu. Dalam menentukan posisi kapal dengan radar dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu menggunakan baringan dengan baringan, menggunakan baringan dengan jarak dan menggunakan jarak dengan jarak. 2 .Memandu kapal keluar – masuk pelabuhan atau perairan sempit. Pada posisi Head Up, radar sangat efektif dan efisien untuk membantu para nakhoda atau pandu dalam melayarkan kapalnya keluar-masuk pelabuhan, sungai atau alur pelayaran sempit. 3. Membantu menemukan ada atau tidaknya bahaya tubrukan. Dengan melihat pada layar Cathoda Ray Tube CRT adanya pantulan atau echo dari awan yang tebal. 4. Membantu memperkirakan hujan melewati lintasan kapal. Dengan melihat pada layar radar Cathoda Ray Tube adanya pantulan atau echo dari awan yang tebal. Bagian - bagian radar Kapal Menurut Arso Martopo, Capt, 1992 65 maka bagian - bagian Radar atau alat pemancar dan alat - alat penerima suatu pesawat radio kapal dibangun dalam kesatuan - kesatuan yang dapat dibedakan sebagai berikut 1. Main Consule Adalah suatu kotak yang berisi kesatuan – kesatuan yang yang terdiri dari pemancar, penerima, dan tombol pemancar – penerima. 2. Aerial Unit Adalah kesatuan yang terdiri dari waveguide, reflector dengan motor untuk memutarnya, dan berbagai schekel-elemant. 3. Display Unit pada Radar Adalah unit kesatuan yang terdiri dari Cathoda Ray Tube CRT dan macam - macam tombol pengatur, biasanya ditempatkan dianjungan.
Keyword Bagian - bagian radar, komponen – komponen radar, instalasi radar, transmitter, receiver Bagian - bagian radar sebenarnya bergantung dari jenis dan kegunaannya yang dibawah ini adalah contoh radar yang sering digunakan pada navigasi kapal laut. Menurut Arso Martopo, Capt, 1992 65 maka bagian – bagian dari alat pemancar dan alat – alat penerima suatu pesawat radio kapal dibangun dalam kesatuan – kesatuan yang dapat dibedakan sebagai berikut 1. Main Consule Adalah suatu kotak yang berisi kesatuan – kesatuan yang yang terdiri dari pemancar, penerima, dan tombol pemancar – penerima. 2. Aerial Unit Adalah kesatuan yang terdiri dari waveguide, reflector dengan motor untuk memutarnya, dan berbagai schekel-elemant. 3. Display Unit Adalah unit kesatuan yang terdiri dari Cathoda Ray Tube CRT dan macam – macam tombol pengatur, biasanya ditempatkan dianjungan. Komponen pesawat radar Sesuai yang diuraikan oleh Arso Martopo, Capt, 1992 65 bahwa komponen – komponen radar adalah bagian – bagian terpenting yang ada pada radar, apabila salah satu diantara komponen – komponen tersebut mengalami kerusakan atau gangguan maka radar tidak dapat berfungsi secara maksimal. Adapun komponen – komponen tersebut adalah Instalasi radar. Radar merupakan instrumen navigasi elektronik yang berfungsi sebagai transmitter dan sekaligus sebagai receiver. Instalasi radar adalah sebagai berikut 1. Transmitter pemancar Adalah sebuah osicilator yang menghasilkan gelombang electromagnetik SHF Super High Frequensi yaitu 3 GHz Giga Hazz sampai 10 GHz Giga Hazz, bahkan sampai 30 GHz Giga Hazz. 2. Modulator Adalah komponen yang berfungsi mengatur pengiriman transmitter sebanyak 500 – 3000 pulsa setiap detiknya, tergantung dari pada skala jarak yang sedang digunakan. 3. Antena Adalah antena radar scanner memancarkan pulsa keluar dan menerima kembali signal yang dipantulkan oleh target. 4. Reciver Adalah sebuah jaringan electronic untuk memperkuat signal yang diterima dalam keadaan lemah, dimodulasikan kembali dan dimunculkan dalam gambar berupa gema. 5. Indikator. Melalui Cathoda Ray Tube CRT, echo yang diterima diproses, disajikan dalam bentuk gambar dilayar radar, layar gambar itu disebut Pulse Position Indicator PPI, layar PPI berbentuk lingkaran dengan satu garis lurus berpusat pada posisi kapal yang berputar sesuai arah antena radar. Untuk artikel lebih lengkap dan lebih jelas silahkan dilihat di disini
0% found this document useful 0 votes61 views8 pagesDescriptionRadar dan NavigasiCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes61 views8 pagesRadar Dan NavigasiJump to Page You are on page 1of 8 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 7 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
bagian bagian radar dan fungsinya